Arsip Kategori: Pengukuran

Okt 06

Keberfungsian Butir Diferensial

Pengertian Keberfungsian Butir Diferensial Oleh : Heri Retnawati Dalam melakukan suatu pengukuran, diperlukan suatu alat ukur yang sahih (valid) dan konsisten (reliabel). Dengan menggunakan alat ukur yang memenuhi kedua kriteria tersebut, akan diperoleh hasil pengukuran ulang sesuai dengan apa yang hendak diukur tanpa terpengaruh faktor-faktor yang lain. Suatu keadaan pada perangkat tes yang dipengaruhi oleh …

Teruskan membaca »

Okt 06

Teori Respons Butir Multidimensi

Teori Respons Butir Multidimensi Oleh: Heri Retnawati Seperti halnya teori respons butir unidimensi, pada model teori respons butir multidimensi data dapat berupa butir skor dikotomi atau politomi. Matriks data disusun sedemikian rupa, dengan xij menyatakan elemennya pada baris ke-i dan kolom ke-j. Butir dinyatakan dalam i (i=1,…,n) dan peserta dinyatakan dalam j (j=1,…,N). Dalam menyusun …

Teruskan membaca »

Okt 06

Asumsi Teori Respons Butir

Asumsi-asumsi teori respons butir Dalam teori respons butir, model matematisnya mempunyai makna bahwa probabilitas subjek untuk menjawab butir dengan benar tergantung pada kemampuan subjek dan karakteristik butir. Ini berarti bahwa peserta tes dengan kemampuan tinggi akan mempunyai probabilitas menjawab benar lebih besar jika dibandingkan dengan peserta yang mempunyai kemampuan rendah. Hambleton & Swaminathan (1985: 16) …

Teruskan membaca »

Okt 06

Pembuktian Validitas yang Keliru

Praktek Pembuktian Validitas yang Keliru Di masyarakat ilmiah, ada beberapa praktek pembuktian validitas yang belum memenuhi definisi validitas. Kumaidi (2014) menyatakan bahwa “……banyak praktik pembuktian validitas yang dilakukan oleh mahasiswa atau peneliti yang sebenarnya belum memenuhi definisi validitas. Pendekatan ini tentu perlu dipertanyakan dan sebaiknya ditinggalkan dan dihindari. Pendekatan yang harus dihindari yang dimaksudkan adalah …

Teruskan membaca »

Okt 06

Membuktikan Validitas Kriteria

Membuktikan Validitas Kriteria Membuktikan validitas kriteria merupakan cara ketiga yang dapat digunakan adalah dengan melihat kebermanfaatan dari interpretasi skor hasil pengukuran (usefulness). Pendekatan yang dipakai dapat dalam bentuk criterion-related validation (Popham, 1995). Pada validasi model ini, diperlukan skor hasil pengukuran menggunakan instrumen lain yang lebih terstandar. Misalnya ketika membuktikan validitas tes bahasa Inggris, digunakan tes …

Teruskan membaca »

Post sebelumnya «

» Post terbaru