«

»

Okt 06

Penyetaraan (Equating)

Jenis Penyetaraan Skor-skor pada Perangkat Tes

Oleh: Heri Retnawati
Penyetaraan dan concordance ada dua jenis, jenis horizontal dan dan vertikal. Pada jenis horizontal, dua skor tes atau lebih yang disetarakan merupakan tes-tes yang mengukur tingkat/kelas yang sama. Pada jenis ini, perangkat tes-perangkat tes yang diperbandingkan diberikan pada kelompok peserta tes yang memiliki distribusi kemampuan yang sama (Hambleton & Swaminathan, 1985).
Pada jenis vertikal, dua skor tes atau lebih yang disetarakan merupakan tes-tes yang mengukur tingkat/kelas yang berbeda, ada yang lebih tinggi atau lebih rendah dibandingkan lainnya. Penyetaraan vertikal (vertical equating) merupakan penyetaraan yang dilakukan terhadap dua instrumen tes atau lebih yang tingkat kesulitan butirnya berbeda, namun mengukur trait yang sama, dan distribusi skor peserta tes tidak komparabel sehingga skor-skor dari instrumen-instrumen tes tersebut dapat digunakan saling bertukar. Menurut Kolen & Brennan (1995:3), penyetaraan skor tes dengan content tidak berbeda dan kelompok peserta tes berasal dari tingkatan kelas berbeda, dan agar skor tes yang demikian dapat digunakan saling bertukar adalah penyetaraan vertikal. Menurut Hambleton & Swaminathan (1985:197) penyetaraan yang dilakukan terhadap beberapa instrumen tes dengan tingkat kesulitan soal berbeda dan distribusi kemampuan peserta tes juga berbeda disebut penyetaraan vertikal. Menurut Crocker & Algina (1986:473), penyetaraan vertikal dapat melibatkan dua atau lebih instrumen tes yang mengukur trait sama, namun tingkat kesulitannya berbeda.
Penyetaraan vertical (vertical equating), tes-tes yang disetarakan berbeda tingkat kesulitannya dan distribusi skor peserta tes tidak komparabel, serta bertujuan untuk membuat perbandingan kemampuan antarpeserta tes pada tingkatan yang berbeda. Hal ini menunjukkan bahwa penyetaraan vertikal memerlukan kelompok peserta tes berasal dari level kelas berbeda, tingkat kesulitannya berbeda, distribusi skor peserta tes berbeda, distribusi kemampuan peserta berbeda, namun mengukur trait yang sama (bersifat unidimensional). Beberapa asumsi dalam penyetaraan vertikal adalah (a) tes mengukur isi materi yang sama, (b) dimensi dasar yang diestimasi sama, (c) tes mengukur kemampuan (latent trait) yang unidimensi, dan (d) butir soal berbeda tingkat kesulitannya, tetapi bukan indeks diskriminasinya (Crocker & Algina,1986:476). Pelanggaran terhadap asumsi dapat menimbulkan efek bias estimasi parameter θ. Asumsi-asumsi tersebut mendasari kegiatan penyetaraan vertikal, baik secara teoretis maupun praktis.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>